UcaP salam dahuLu

Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Juli 2011

Jamur (Fungi)

Oke, aku mau share hasil tugasku lagi ni. Rasanya percuma aja kalau disimpen sampek lumutan di komputerku. Jadi sekarang aku mau bagi-bagi.

Aku bikin ppt fungi yang isinya ringkasan Bab Jamur (Fungi) untuk SMA Kelas X Semester 1.

Jadi langsung aja boleh di unduh


DOWNLOAD
pass : virdayan

Sebenernya ini tugas Teknologi Informasi dan Komunikasi. haha. Cuman karena aku suka bab ini dan suka banget makan jamur (wkwk) berubah jadi pelajaran biologi deh. LOL hahaha

Semoga bermanfaat buat semuanya. Kalau gak keberatan, jangan lupa comment yah!
Thank you very much


Source : Pujiyanto, Sri. 2008. Menjelajah Dunia Biologi 1. Solo : Platinum

Minggu, 08 November 2009

Observasing of MONERA

BACTERIA


Objective : To observe various forms of bacteria in spoiled food or fruit

Instrumen & material :
1. Boiled potato that has been stored in 4 days ( spoiled potato )
2. Coconut juice that has been spoiled 4 days
3. Spoiled cooked rice for 4 days
4. Cow milk that has been spoiled for days
5. 4 glass pipetts
6. 1 tweezer
7. Straigth pin
8. Metylen blue solution
9. Alcohol 70 %
10. 1 spirit lamp
11. Microscop and its equipment
12. Cotton or tissue

Procedure :
1. Cleaning the object glass with cotton ( tissue ) damped in alcohol.
2. Sterilizing the sraigth pins by burn them above the spirit lamp until they smouldered.
3. Touching the spoiled ( boiled ) potato with sterilezed pins apply to evenly to the object glass.
4. Doing the fixation by let it pass through the burning flame three times in a row with an interval of one second.
5. Dropping metylene blue in the bacteria preparation that we have made previously and let it 2-3 minutes.
6. Washing the preparation under draining bottle, until the metylene is vuanished.
7. Drying the prep by exposes it to the air.
8. Observing the bacteria shape under the microscope with strong magnification.
9. Repeating number 1-9 treatment on the spoiled coconut juice, spoiled cooked rice, and spoiled milk.


The result of our observation :

* Coconut water

bakteri

The bacteria of coconut water look like spiral. The spiral looked on the corner of the picture. Its colour is brownish yellow. And in the center of picture, there are some bulge

* Spoiled potato

The bacteri of potato look like grapes. It means that the bacteri flock together like grapes. It’s color is blue & gtreen.


bakteri

* Boiled cooked rice

The bacteri of spoiled cooked rice is similar to the bacteria of potato. There are some bulges. It has something like hair in the bulges.


bakteri

* Boiled coconut juice

bakteri


The bacteri of coconut juice has blue and green colors. The bacteria which has green color flock together but broken by the bacteria which has blue color.

* Boiled milk

bakteri


The bacteria of milk is not flock together in one spot. There are many bulges on this bacteria n several bulges, there are hair. But in other bulges, they don’t have hair.

Answer Of Queston :

- What is the function of fixation in that treatment?

The Funtion of fixation in that treatment is for drying the sample of experiment object (bacteria). So, it can be glue on the preparat. It can help us to get the accurate result of our experiment.

Conclusion :

The bacteria has many kinds of shape, like spiral (coconut water), grape (spoiled potato)., bulges (spoiled cooked rice, coconut juice, spoiled milk).








Sabtu, 27 Desember 2008

ReproduksiX Inver/Avertebrata

Perkembangbiakan hewan Invertebrata dibagi menjadi dua, yaitu Generatif (kawin) dan Vegetatif (tak kawin).

Perkembangbiakan secara generatif adalah perkembangbiakan dengan cirri penyatuan gamet, yaitu sperma dan ovum atau yang dikenal dengan sebutan pembuahan (fertilisasi).

  • Fertilisasi adalah pembuahan, bersatunya ovum dan sperma.Fertilisasi internal, pembuahan yang terjadi di dalam tubuh hewan tersebut.
Contoh : Cacing pita.

Cacing Pita


Cestoda juga disebut sebagai cacing pita karena bentuknya pipih panjang seperti pita.Tubuh Cestoda dilapisi kutikula dan terdiri dari bagian anterior yang disebut skoleks, leher (strobilus), dan rangkaian proglotid.Pada skoleks terdapat alat pengisap.Skoleks pada jenis Cestoda tertentu selain memiliki alat pengisap, juga memiliki kait (rostelum) yang berfungsi untuk melekat pada organ tubuh inangnya.Dibelakang skoleks pada bagian leher terbentuk proglotid. Setiap proglotid mengandung organ kelamin jantan (testis) dan organ kelamin betina (ovarium).Tiap proglotid dapat terjadi fertilisasi sendiri.Proglotid yang dibuahi terdapat di bagian posterior tubuh cacing.Proglotid dapat melepaskan diri (strobilasi) dan keluar dari tubuh inang utama bersama dengan tinja.

  • Fertilisasi eksternal, pembuahan yang terjadi di luar tubuh hewan tersebut.
Contoh : Bintang Ular.


Bintang Ular 

Jenis kelamin hewan ini terpisah. Hewan ini melepaskan sel kelamin ke air dan hasil pembuahannya akan tumbuh menjadi larva mikroskopis yang lengannya bersillia, disebut pluteus. Pleteus kemudian mengalami metamorfosis menjadi bentuk seperti bintang laut dan akhirnya menjadi bintang ular.

  • Konjugasi adalah perkembangbiakan secara seksual yaitu penyatuan dua gamet yang secara morfologis tidak diketahui betina dan jantannya
Contoh : Paracemium.

Milford Sound in New Zealand


Caranya adalah dua sel saling mendekat, menempel pada bagian mulut sel untuk kawin. Artinya kedua hewan ini sedang mengalami konjugasi. Selanjutnya terbentuk saluran konjugasi diantara kedua sel ini. Dan melalui saluran ini terjadi tukar-menukar mikronukleus. Mikronukleus dari sel yang satu pindah ke sel yang lain, demikianlah sebaliknya.

Perkembangan secara vegetatif adalah perkembangbiakan yang dilakukan tanpa adanya peleburan ovum dan sperma.

Perkembangbiakan secara vegetaif dibedakan menjadi 5, yaitu :
  • • Membelah diri.
Membelah sel menjadi sel-sel yang lebih kecil hingga tembentuk individu baru.
Contoh : Amoeba (Protozoa).

Amoeba


Proses pembelahan diawali dengan proses pembelahan inti sel (nukleus) rnenjadi dua, kemudian diikuti pembelahan sitoplasma menjadi dua bagian yang masing-masing menyelubungi dua nukleus tersebut. Selanjutnya, bagian tengah sitoplasma menggenting (menyempit), diikuti pemisahan yang membentuk dua individu. Pada saat keadaan lingkungan kurang menguntungkan, Amoeba akan melindungi diri dengan membentuk kista yang berdinding sangat kuat. Di dalam kista tersebut, Amoeba membelah diri berulang-ulang menghasilkan banyak individu baru dengan ukuran yang lebih kecil. Ketika kondisi lingkungan membaik. dinding kista akan pecah dan individu-individu baru tersebut keluar. kemudian tumbuh dan berkembang menjadi Amoeba dewasa.

  • • Fragmentasi.
Pada fragmentasi. individu baru terbentuk dari potongan tubuh induknya. Masing-masing potongan tubuh akan tumbuh dan berkembang menjadi individu baru.
Contoh : Cacing Planaria (Platyhelminthes).

Cacing Planaria


Cacing Planaria mempunyai daya regenerasi yang sangat tinggi. Seekor cacing Planaria yang dipotong menjadi dua bagian, masing-masing potongan akan tumbuh dan berkembang menjadi dua ekor cacing Planaria. Begitu juga ketika dipotong menjadi tiga bagian, masing-masing tumbuh dan berkembang menjadi tiga ekor cacing Planaria

  • • Pembentukan tunas.
Dilakukan oleh Organisme tertentu yang dapat membentuk tunas, berupa tonjolan kecil yang akan berkembang dan kemudian mempunyai bentuk seperti induknya dengan ukuran kecil. Kemudian tunas ini akan lepas dari induknya dan dapat hidup sebagai individu baru.
Contoh : Hydra (Coelenterata).

Hydra


Hydra membentuk tunas melalui pucuk-pucuk yang dibentuk pada induknya. Mereka mirip dan hydra kecil. Setelah cukup besar, tunas akan melepaskan diri dari tubuh induknya.

• Sporulasi.
Sporulasi adalah proses pembelahan berganda (pembelahan multipel) yang menghasilkan spora.
Contoh : Plasmodium.

Plasmodium


Plasmodium dewasa membentuk spora, Pembelahan dilakukan dengan metode pembelahan berganda. Pada setiap siklus terjadi pembelahan sel berulang kali sehingga terbentuk banyak inti. Proses ini terjadi di dalam tubuh manusia.

  • • Partenogenesis.
Partenogenesis merupakan pembentukan individu baru dengan cara hewan betina mengeluarkan telur yang akan berkembang menjadi individu baru tanpa dibuahi.
Contoh : Aphid (Kutu Daun)

Kutu Daun


Perubahan alam menentukan pola reproduksi mereka, yang tentu saja diatur pula oleh insting sang Induk. Ketika alam berubah ke kondisi yang bagus, aphids akan mengeluarkan telurTelur relatif bisa bertahan hingga bermusim-musim dari serangan panas, dingin atau ketiadaan makanan. Tanpa dibuahi, telur tersebut akan berkembang menjadi aphid baru.

Sumber = organisasi.org
                  gurungeblog.worpress.com, dll

Jumat, 26 Desember 2008

Membahas Invertebrata

Invertebrata atau Avertebrata adalah sebuah istilah untuk menyebut hewan yang tidak memiliki tulang belakang.

Sebenarnya Hewan Invertebrata dibagi menjadi lebih dari 30 fhylum. Berhubung terlalu banyak, saya memutuskan bahwa di blog ini hanya akan mencantumkan 9, di antaranya :

Clasification Invertebrate!


• Protozoa (hewan bersel satu).
Protozoa merupakan hewan bersel tunggal, berinti sejati (eukariotik) dan tidak memiliki dinding sel. Protozoa berasal dari kata protos yang berarti pertama dan zoom yang berarti hewan sehingga disebut sebagai hewan pertama. Ukurannya antara 3 – 1000 mikron dan merupakan organisme mikroskopis bersifat heterotrof.
Cara Reproduksi :
Generatif : Konjugasi
Vegetatif : Membelah diri
Contoh : Amoeba, Paramecium, Euglena.

• Pofifera (hewan berpori)
Sebuah filum untuk hewan multiseluler yang paling sederhana.
Cara Reproduksi :
Generatif : Peleburan sperma dan ovum di luar tubuh
Vegetatif : Pembentukan Tunas.
Contoh : Spons, bunga karang.

• Coelenterata (Hewan rongga usus).
Coelenterata adalah hewan berongga bersel banyak yang memiliki tentakel.
Cara Reproduksi :
Generatif : Fertilisasi
Vegetatif : Pembentukan tunas.
Contoh : Enemon Laut, Bahar, Karang batu.

• Arthropoda
Arthropoda adalah hewan dengan kaki beruas-ruas dengan sistem saraf tali dan organ tubuh telah berkembang dengan baik. Tubuh artropoda terbagi atas segmen-segmen yang berbeda dengan sistem peredaran darah terbuka.
Cara Reproduksi :
Generatif : Fertilisasi
Vegetatif : Partenogenesis.
Contoh : laba-laba, lipan, kalajengking.

Platyhelminthes (cacing pipih)
Platyhelminthes adalah binatang sejenis cacing pipih dengan simetri tubuh simetris bilateral tanpa peredaran darah dengan pusat syarah yang berpasangan.
Cara Reproduksi :
Generatif : Fertilisasi ovum dan sperma di dalam tubuh.
Vegetatif : Fragmentasi
Contoh : cacing pita, cacing planaria, cacing hati.

Nemathelminthes (cacing gilik)
Nemathelminthes adalah cacing yang berbentuk benang atau gilig. Hewan yang memiliki tubuh simetris bilateral dengan saluran pencernaan yang baik namun tiak ada sistem peredaran darah.
Cara Reproduksi :
Generatif : Pembentukan gamet.
Vegetatif : Fragmentasi.
Contoh : cacing askaris, cacing akarm, cacing tambang, cacing filaria.

Anelida (cacing beruas-ruas).
Annelida adalah cacing gelang dengan tubuh yang terdiri atas segmen-segmen dengan berbagai sistem organ tubuh yang baik dengan sistem peredaran darah tertutup. Annelida sebagian besar memiliki dua kelamin sekaligus dalam satu tubuh atau hermafrodit.
Cara Reproduksi :
Generatif : Pembentukan gamet.
Vegetatif : Fragmentasi.
Contoh : cacing tanah, cacing pasir, lintah.

Echinodermata (hewan berkulit duri)
Echinonermata adalah binatang berkulit duri yang hidup di wilayah laut dengan jumlah lengan lima buah bersimetris tubuh simetris radial.
Cara Reproduksi :
Generatif : Fertilisasi secara eksternal.
Vegetatif : Fragmentasi.
Contoh : bintang laut, landak laut, bulu babi.

• Mollusca (hewan lunak).
Mollusca adalah hewan bertubuh lunak tanpa segmen dengan tubuh yang lunak dan biasanya memiliki pelindung tubuh yang berbentuk cangkang atau cangkok yang terbuat dari zat kapur untuk perlindungan diri dari serangan predator dan gangguan lainnya.
Cara Reproduksi :
Generatif : Fertilisasi
Contoh : Gurita, cumi-cumi, kerang.


- Sumber = Organisasi.org.
                     Gurungeblog.wordpress.com, dll

Senin, 17 November 2008

Macam-macam Adaptasi

Adaptasi ialah cara penyesuaian makhluk hidup terhadap lingkunganya. Adapun macam-macam dari adaptasi adalah

- Adaptasi Morfologi.
ialah penyesuaian makhluk hidup pada organ tubuh yang disesuaikan dengan kebutuhan organisme hidup.
  * Contoh : Singa dan harimau perlu akan makan daging. oleh karena itu mereka memiliki organ tubuh yaitu gigi yang tajam untuk dapat makan.


- Adaptasi fisiologi
adalah penyesuaian makhluk hidup yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar yang menyebabkan adanya penyesuaian pada alat-alat tubuh untuk dapat bertahan hidup.
  * Contoh : Onta yang memiliki kantong air yang berguna sebagai tempat penyimpanan air.


- Adaptasi Tingkah Laku
yaitu penyesuaian makhluk hidup pada tingkah laku / perilaku terhadap lingkungannya.
  * Contoh : hewan bunglon yang suka berubah warna sesuai warna sekitarnya..



Sumber : http://organisasi.org/